Pesawat VS Becak


Entah apa yang ada di dalam pikiranku, tiba-tiba saja kebayang 2 jenis transportasi massal yg kita kenal ini. Mereka adalah pesawat dan becak. Sebenarnya sih, 2 kendaraan ini muncul di pikiranku gara-gara omongan(bukan omongan sih, la wong di Fesbuk kok) seorang teman, lupa lengkapnya gimana, pokoknya ada kata-kata “sawat becak”.

Tiap kali baca istilah ini, kok aku malah kebayang 2 jenis transportasi yang berbeda bagai bumi dan langit ini. Yaialah..Yang satunya kendaraan di bumi dan satunya kendaraan di langit…

Lalu ada apa dengan 2 kendaraan ini, sampai2 aku rela menuliskannya(mengetikkannya) di lembaran(halaman) blog ini? Jika ditinjau dari penggunaan 2 kendaraan ini, maka pesawat dianggap lebih punya nilai lebih alias nilai prestis dibandingkan becak. Karena becak hanyalah kendaraan usang, kuno, bau, ndeso, amit2, bermesinkan kaki bertenaga ga sampai setengah horse power, lemot bin bekicot….(gyahahaha makin lebay).

Sedangkan pesawat kendaraan berlapiskan besi, bermesin modern nan mewah, ber AC, ada WC nya juga, bahkan ada pelampungnya sapa tau ada yg pengen maen2 air di laut :p

Lalu, apakah hanya itu yang membuat pesawat menjadi lebih “keren” dan “prestige”? Oke, mari kita tinjau apa itu prestise. Menurut pendapat orang2 awam seperti saya ini, prestis bisa berarti memiliki nilai yang tinggi dari sebangsanya dan bisa membuat orang itu bangga. (mbulett!!)

Yaaa intinya, misalnya kita punya istri 2, trus yang satunya punya “nilai” lebih, pasti istri ini punya prestis yang lebih tinggi (analogi ngawurrr!!!). Gini yang (agak) bener, misalnya punya nokia N-series tentu lebih membuat pemiliknya mesam-mesem sendiri geje sambil petantang-petenteng, daripada punya hape nokia 1100 seken yang dibeli 100rb-an dapat 3.

Nah, klo ukuran prestis di hitung dari situ, seharusnya becak lah yang punya nilai prestis lebih tinggi. Mari kita bandingkan. Dua kendaraan ini bisa dibilang sekategorilah, karena sama-sama mampu memindahkan objek dari satu tempat ke dimensi ruang yang lain.

Karena prestis berhubungan dengan yang namanya money alias fulus, maka kita bandingkan saja tarif keduanya. Kemarin liburan smster ganjil, pas aku pulang dari Surabaya-Balikpapan, tarif pesawat waktu itu, Rp 450rb. Menempuh jarak sekitar (waduuh ga tau…anggap saja 1000km).

Mengenai taripnya becak, aku ga tau sekarang berapa, tapi terakhir naik becak 5 tahun lalu di Nganjuk waktu mau ke rumahnya mbahku, taripnya Rp 5rb menempuh jarak 5 km.

Nah, klo di itung secara kasar (bahkan sangat kasar sekali) tarip pesawatnya itu Rp 450/km dan becak Rp 1.000/km. Tuh kliatan kan, mana yang lebih mahal, tentu becak laah. Berarti becak punya nilai prestis lebih tinggi. Padahal itu taripnya 5 tahun lalu, ga tau sekarang, pasti lebih mahal. Trus, jarak SBY-BPN kan bisa saja lebih jauh.

Masih berpikir naik pesawat punya nilai prestis? Karena itu untuk anda yang makan yang namanya gengsi, maka gunakan transportasi ini. Kenapa?? Karena anda telah mendukung pengurangan pemakaian bahan bakar fosil, selain itu membuat abang becaknya sehat dan berotot karena anda memakai jasanya untuk menggenjot Surabaya – Semarang misalnya. Dan tak lupa dapur bu Becak(istrinya abang becak) akan terus mengepul karena bisa memasak nasi dan sambel terasi kesukaan abang becak.

Wassalam…

(Tulisan ini hanyalah sarana hiburan di kala sumpek kuliah , jangan diambil hati)